Bermain Bola di Lapangan Miei yang Bersejarah

Bermain Bola di Lapangan Miei yang Bersejarah
14
Feb
2016
Bermain Bola di Lapangan Miei yang Bersejarah

Teluk Wondama dikenal oleh orang Papua sebagai tempat berkembang pesatnya agama Kristen dan pendidikan modern, setelah langkah pertama dijejakkan di Pulau Mansinam oleh zendeling Carl William Ottow dan Johan Gotlob Gestler pada 5 Februari 1855. Tujuh puluh tahun kemudian setelah itu, pada bulan Oktober 1925, pendeta Izaak Samuel Kijne bersama 25 siswa sekolah guru yang semula berdomisili di Mansinam, pindah ke Wasior di Teluk Wondama. Mereka tinggal di asrama terletak di bukit Aitumieri.

Di tempat baru tersebut, pendeta Kijne bersama para siswa tersebut membangun gereja dan mendirikan sekolah guru bagi anak-anak dari seantero pelosok Papua. Berbagai keterampilan dan pengetahuan diajarkan di sekolah ini. Sekolah dengan sistem asrama dan penerapan disiplin ketat. Anak-anak Papua dari berbagai suku dan wilayah di Papua dididik dan diajar untuk saling mengasihi sesama walaupun berbeda suku, adat-istiadat, maupun perbedaan latar belakang lainnya.

Salah satu keterampilan yang diajarkan oleh pendeta Kijne adalah bermain bola. Kijne memperkenalkan permainan sepakbola di lapangan rumput Miei di kaki bukit Aitumieri. Anak-anak belajar berlari, menendang, menggiring bola, menggocek lawan, dan menciptakan gol ke gawang lawan. Mereka menemukan kegembiraan baru dalam permainan tersebut.

Dari lapangan rumput Miei ini, permainan sepakbola menyebar dan berkembang ke seluruh pelosok wilayah Papua. Dari tempat ini pula lahirlah beberapa pemain sepakbola terkenal, seperti Yohanes Auri, mantan pemain bintang Persipura dan pemain nasional PSSI yang berjaya pada era tahun 1980-an. Kini lapangan Miei bukan hanya sekadar menjadi saksi sejarah namun tetap menjadi tempat anak-anak muda berlatih sepakbola secara profesional.

Seperti pada sore hari itu di pertengahan bulan Juni 2015, para pemain remaja yang tergabung dalam Sekolah Sepakbola (SSB) Metroxylon terlihat serius berlatih di bawah komando coach Bernard Ramar. Prestasi anak-anak remaja tersebut terbilang bagus. Mereka adalah juara I kompetisi sepakbola U-15 di Wondama. Latihan sore itu dilakukan dalam rangka persiapan Turnamen Terbuka Aro-Marina di Manokwari pada 23-30 Juni 2015.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar